Bahwa mencoba mengerti adalah sebuah kegiatan yang tidak mudah? Bagi saya, mencoba mengerti adalah sebuah kegiatan yang mengesampingkan (untuk sementara atau permanen) perspektif pribadi atas suatu hal untuk kemudian memakai perspektif orang lain (yang coba untuk dimengerti) dalam melihat hal tersebut. Dalam hal ini, tentu saja perspektif orang yang coba dimengerti itu berbeda sedikit atau banyak dengan perspektif orang yang mencoba mengerti.
Dalam perjalanannya, ada orang-orang yang demikian pandai mengesampingkan perspektif pribadinya dan hampir selalu berhasil memahami perspektif orang lain. Orang inilah yang kemudian dalam percakapan sehari-hari sering dipuji dengan kata-kata: “Ah, dia orangnya memang sangat pengertian.”
Sebenarnya, seperti halnya semua hal di dunia ini, mencoba mengerti juga mempunyai dua sisi. Sisi pertama adalah bahwa orang yang selalu mencoba mengerti akan terlihat seperti orang yang bijaksana. Orang ini selalu bisa memposisikan dirinya dalam diri orang yang sedang minta dimengerti. Tapi di sisi lain, dalam kasus-kasus tertentu, orang yang selalu mencoba mengerti bisa juga dinilai sebagai orang yang lemah. Orang yang tidak mampu mempertahankan pandangan pribadinya. Orang yang terkalahkan oleh kepentingan orang lain.
Lalu salahkah orang yang selalu mencoba mengerti dan mengorbankan dirinya bagi orang yang selalu minta dimengerti? Lagi-lagi bagi saya, ada satu alat ukur yang membedakan orang lemah dengan orang bijak dalam kaitannya dengan sifat pengertian ini. Orang kalah menjadi pengertian karena terpaksa. Sedangkan orang bijak menjadi pengertian karena memang ia memilih untuk itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar