SELAMAT DATANG

Semoga kata-kata yang terangkai bisa bermanfaat.

Cari Blog Ini

Rabu, 23 Desember 2009

Kembali ke Jalan-Nya oleh: Ibnul Qayyim


Jika anda memiliki keinginan namun ada duri menghadang,
maka langkahkan kaki dengan tahapan.
Katakanlah kepada orang yang memanggil dengan cinta dan ridhanya.
Jika mereka berkata Labbaika, maka kesempurnaan didapatkannya.
Jangan memandang kemewahan yang telah mereka dapatkan.
Jika kamu memandangnya, maka akan jadi dinding penghalang.
Jangan menunggu teman yang duduk bermalas-malasan.
Tinggalkan dia, cukuplah kerinduan membawamu tuk berjalan.
Ambillah dari mereka bekal perjalanan.
Berjalanlah di bawah petunjuk, maka kamu akan sampai tujuan.
Ingatlah mereka jika di tengah perjalanan datang kemalasan.
Mengingat kisah hidup mereka akan mengembalikan kesungguhan.
Jika dirimu dirundung kelelahan,
yakinlah bahwa mata air ada di hadapan.
Ambillah sepercik cahaya dari nur mereka tuk jadi pelita,
yang memberikan petunjuk kepadamu hanyalah nur mereka.
Di surga Aden kamu akan tinggal di dekat mereka.
Itulah rumah pertama di saat kakimu menginjak ke surga.
Namun orang-orang yang memusuhimu dirundung kesedihan.
Mereka menangis karena derita yang dirasakan.
Biarkan mereka hidup dalam kesengsaraan.
Tidak layak bagi mereka dikasih belas kasihan.
Wahai jiwa, tolonglah diriku dengan kesabaran.
Jika kematian tiba maka akan hilang semua kemewahan.
Dunia hanya kehidupan yang sementara.
Kemudian akan beralih menuju hidup bahagia atau sengsara.

Selasa, 22 Desember 2009

TUHAN SEMBILAN SENTI Oleh: Taufiq Ismail

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka...
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan arhabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu,
mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kiai, ini ruangan ber AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.....

Berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Minggu, 20 Desember 2009

Kata Bijak

>Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian dan tetap diam bila tertimpa fitnah.

>Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan, dan semua hasrat keinginan adalah buta jika tidak disertai pengetahuan.
Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran, dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta.

>Ucapanmu menggambarkan nilai dan kwalitas dari dirimu, maka buatlah lidahmu semanis madu dan sesegar air pegunungan.

Suara Hati


Bibirku tak akan pernah mengatakan aku cinta kamu.
Aku juga takkan pernah ingin mendengar kamu mengatakan "aku cinta kamu"
Biarlah hati kita yang saling mengatakannya...
Biarlah hati kita yang saling mendengarnya...
Karena hati tak pernah berdusta...
Karena bibir tak akan pernah mampu,
untuk mengatakan cinta sejati kita.
Karena bibir lebih banyak berdusta
terhadap perasaan manusia.
Cinta adalah percikan kasih Illahi didalam perasaan hati insani kita.
Dia akan bergetar dan terhubung sendiri dalam diri dan hati kita masing-masing.
Tak perlu dikatakan...dan tidak untuk dikatakan...
Kamu adalah bagian dari hatiku.
Maka aku tidak ingin mencintai orang lain,
karena aku mengerti dirimu,
seperti aku mengerti rasa yang ada didalam hatiku.
Semua ingin aku lakukan untuk memiliki dan menjagamu.
Karena kamu adalah bagian dari hidupku.
Dan aku ingin kau selalu bersamaku sampai kapanpun...
karena perasaan hati kita telah menyatu,
dan tak bisa dipisahkan.
Jika suatu saat kau mengkhianati cintaku...
maka aku tak akan menyesalkan dirimu,
tapi aku akan sangat bersedih...
karena aku sangat bodoh dan tuli, sampai tak mampu mendengar suara hatiku.
Dan aku akan kembali berusaha mendengarkan suara...
suara cinta dari dalam hatiku,
sampai aku bisa mendengarnya dengan jelas sekali.

Motivasi Cinta

Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas itu tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.


Ketika cinta memanggilmu, maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku.
Jika cinta memelukmu, maka dekaplah ia walau pedang disela-sela sayapnya melukaimu.


Cinta adalah satu-satunya kebebasan didunia, karena cinta itu membangkitkan semangat.
Hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alamipun tak mampu mengubah perjalanannya.

Jumat, 18 Desember 2009

HILANG


Tersenyumlah saau kau mengingatku,
karena saat itu aku sangat merindukanmu.
Dan menangislah saat kau merindukanku,
karena saat itu aku tak berada di sampingmu.
Tetapi.....
Pejamkanlah mata indahmu itu,
karena saat itu aku akan terasa ada di dekatmu,
karena aku telah berada di hatimu untuk selamanya.
Tak ada lagi yang tersisa untukku,
selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu.
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta,
mata indah yang dahulu milikku,
kini semuanya terasa jauh meninggalkanku.
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu.
Hati, cinta, dan rinduku adalah milikmu.
Cintamu takkan pernah membebaskanku....
Bagaimana mungkin aku terbang mengejar cinta yang lain,
saat sayap-sayapku tlah patah karenamu.
Cintamu akan tetap tinggal bersamaku hingga akhir hayatku,
dan setelah kematianku,
hingga tangan Tuhan menyatukan kita lagi.
Betapapun hati tlah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan,
yang tengah menghidupkan sinar redupku,
namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya.
Aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu,
karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu...dalam jiwaku.
Kau takkan pernah tergantikan,
bagai pecahan logam mengekalkan kesunyian, kesendirian, dan kesedihanku.
Kini...aku tlah kehilanganmu.

A K U

A K U

Aku adalah lumpur hitam
yang mendebu
menempel sandal dan sepatu
hinggap di atas aspal
terguyur hujan
terpelanting
masuk comberan
siapa sudi memandang
atau mengulurkan tangan?
Tanpa uluran tangan Tuhan
aku adalah lumpur hitam
yang malang