
Malam ini kisah seakan terbuka lagi
saat kubaca sebuah puisi tentang curahan hati.
Mungkin sudah saatnya cerita ini kubagi
walau hanya dirimu dan diriku yang dapat mengerti.
Andai waktu itu cepat kusadari...
Andai waktu itu aku pahami
jika didalam hatimu kau juga mencintaiku
kau tentu akan berada disisiku
disisiku hingga saat ini.
Namun kuyakin...
Dalam cinta tiada kata terlambat
kukan berusaha untukmu
untuk mencapai impian kita berdua
tuk bisa bersatu untuk selamanya.
Untukmu kasih...aku kan berusaha
karena kaulah yang terbaik...
yang kan selalu kucinta.
Hatiku menangis...
bila kutahu kamu sedang bersedih
ingin rasanya memeluk dirimu
menghalau segala kesedihan yang menderamu
untuk menenangkan hatimu
agar kau tahu kalau aku akan slalu menyayangimu...
mencintaimu...dari dulu...hingga akhir hayatku.
Takkan pernah sedikitpun
hatimu...cintamu...bergeser dari hati ini.
Kan slalu kujaga...
hingga takdir mempersatukan hati kita.
Dan diriku bisa menjaga dirimu
sampai maut memisahkan kita.
Lukamu adalah lukaku...
Ku kan berusaha mengobati lukamu
walau hanya cinta yang kumiliki.
Ku berharap...
Cinta ini kan menjadi pengobat luka yang paling ampuh
obat yang akan membuat lukamu sembuh
dan berubah menjadi kebahagiaan.
Kebahagiaan yang harusnya kau miliki
kebahagiaan yang harusnya kuberikan kepadamu
sehingga tak akan pernah ada luka dihatimu
dan kan menjadi bagian terindah dalam hidupmu.
Cintamu adalah hidupku.
Tanpa cintamu...hidupku tak berarti
tak ingin kuhidup seperti ini
yang kuinginkan adalah cintamu.
Karena...
Didalam cintamu kudapatkan kekuatan
tiada yang mampu membuatku seperti ini
hanya kamu yang membuat aku begitu mencintai
hingga apapun akan kurelakan
asal dirimu bahagia.
Kasih...
Andai waktu inginkan kita berjumpa nanti
kan kulantunkan lagu untukmu
agar kau tahu dirimu sungguh berarti.
Karena dihatiku hanya ada kamu.
Kamu yang dahulu kucinta.
Kamu yang kinipun masih kucinta.
Kamu yang selamanya tetap kucinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar